Festival Tetangga 2 Hidupkan Semangat Gotong Royong, Ribuan Warga Belajar Membangun Karakter dari Rumah

JELAJAHSELINDU.COM | Kabupaten Bogor – Ada yang berbeda di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Siliwangi, Kabupaten Bogor, Minggu (28/6/2026). Sejak pagi, ruang publik tersebut dipenuhi tawa anak-anak, percakapan hangat antarorang tua, serta beragam aktivitas edukatif yang mempertemukan keluarga, komunitas, dan masyarakat dalam satu semangat: membangun karakter dari rumah.

Mengusung tema “Rumah Pertama, Karakter Utama”, Festival Tetangga (Temu Tanggap Keluarga) 2 sukses menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Pagi Berdaya bersama Improve Foundation ini terbuka secara gratis bagi masyarakat dan berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 10.00 WIB.

Festival ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah. Pendidikan sejatinya dimulai dari rumah, tumbuh di lingkungan tetangga, dan berkembang melalui budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Ruang Belajar Menyenangkan untuk Seluruh Keluarga

Berbagai sudut kegiatan dirancang agar setiap anggota keluarga dapat menikmati pengalaman belajar yang bermakna.

Di Theatre Panggung, pengunjung disuguhi beragam penampilan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan positif. Sementara itu, Pojok Literasi dan Bermain menjadi magnet bagi anak-anak untuk membaca, bermain, serta bereksplorasi dalam suasana yang aman dan ramah anak.

Tak kalah menarik, Pojok Sinergi Berbagi hadir sebagai ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat untuk saling berbagi inspirasi, pengalaman, dan semangat kolaborasi dalam membangun lingkungan yang lebih peduli.

Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini menghadirkan ruang interaksi yang memperkuat hubungan antarwarga sekaligus mempererat ikatan di dalam keluarga.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan Gerakan

Kesuksesan Festival Tetangga 2 tidak terlepas dari kolaborasi berbagai komunitas dan organisasi yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, literasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Beberapa mitra yang turut berkontribusi di antaranya:Yayasan Inspirasi Anak Bangsa; Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Bogor; dan Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten/Kota Bogor.

Melalui berbagai sesi diskusi, berbagi praktik baik, serta aktivitas edukatif, para kolaborator menunjukkan bahwa membangun karakter generasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, komunitas, sekolah, dan masyarakat agar ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dapat terwujud.

Dari Rumah Menuju Indonesia yang Berkarakter

Festival Tetangga 2 membawa pesan sederhana, namun mendalam: keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap anak. Ketika rumah menjadi tempat bertumbuhnya nilai kasih sayang, kepedulian, tanggung jawab, dan gotong royong, maka lingkungan sekitar pun akan tumbuh menjadi ruang hidup yang harmonis.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus diperjuangkan Jelajah Selindu, bahwa proses belajar berlangsung sepanjang hayat dan dapat hadir di mana saja di rumah, taman bacaan, ruang publik, maupun melalui perjumpaan antarsesama.

Festival Tetangga bukan sekadar agenda akhir pekan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan gerakan sosial yang mengajak masyarakat untuk kembali menyadari bahwa membangun bangsa dimulai dari membangun keluarga, menguatkan hubungan antartetangga, serta merawat budaya gotong royong sebagai fondasi kehidupan bersama.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan tahun ini, Festival Tetangga diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan keluarga, komunitas, dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang tanggap, peduli, dan berkarakter menuju Indonesia yang lebih kuat.

Bagikan