Pacet Hill Siapkan Eduwisata & Hadirkan KOPAG sebagai Signature Experience Baru

MOJOKERTO, JelajahSelindu.com – Hamparan perbukitan hijau dengan latar megah Gunung Welirang dan Gunung Arjuno menjadi titik awal lahirnya sebuah gagasan besar. Sejumlah pegiat komunitas, pengelola kawasan, dan relawan menggelar survei lapangan di kawasan Pacet Hill, Sabtu (18/7/2026), sebagai langkah strategis memetakan potensi pengembangan destinasi eduwisata berbasis alam, kopi, petualangan, dan pembelajaran.

Survei tersebut menjadi momentum penyusunan arah pengembangan Pacet Hill agar tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai ruang belajar terbuka yang menghadirkan pengalaman bermakna melalui edukasi kopi, literasi, aktivitas petualangan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Selama kegiatan berlangsung, tim mengidentifikasi sejumlah titik potensial yang dapat dikembangkan menjadi area camping ground, jalur jelajah alam, arena outbound edukatif, ruang belajar terbuka, hingga kawasan edukasi kopi yang terintegrasi dengan lanskap pegunungan.

Koordinator Divisi Edukasi dan Outbound, Moh Makrus Sahlan, menilai Pacet Hill memiliki potensi besar menjadi laboratorium pembelajaran berbasis alam.

“Kami ingin menghadirkan konsep belajar yang tidak dibatasi dinding kelas. Alam adalah ruang belajar terbaik. Di sini peserta tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga belajar bekerja sama, membangun karakter, mengembangkan kepemimpinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Tiga Pilar Pengembangan

Hasil koordinasi tim menetapkan tiga pilar utama pengembangan kawasan, yakni Divisi Kopi, Divisi Edukasi dan Outbound, serta Divisi Wisata dan Camp Ground. Ketiga divisi tersebut akan menyusun berbagai program yang saling terintegrasi sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang edukatif sekaligus berkesan.

Sebagai langkah awal, Pacet Hill menargetkan penyelenggaraan Camp Ceria dan Edukasi Kopi pada 20 September 2026. Kegiatan tersebut akan menjadi soft launching konsep eduwisata Pacet Hill sekaligus uji coba berbagai paket aktivitas berbasis pengalaman (experiential learning).

KOPAG, Ikon Baru Menikmati Kopi Saat Matahari Terbit

Salah satu inovasi yang dipersiapkan sebagai identitas kawasan adalah KOPAG (Kopi Pagi), sebuah konsep menikmati kopi di alam terbuka dengan panorama matahari terbit.

Koordinator Pengembangan Pacet Hill, Prastyo, menjelaskan bahwa KOPAG dirancang sebagai signature experience yang membedakan Pacet Hill dari destinasi wisata lainnya.

“KOPAG akan memanfaatkan area terbaik yang menghadap langsung ke arah matahari terbit. Nantinya dilengkapi dek kayu, kursi santai, hammock, bean bag, hingga fire pit. Pengunjung dapat menikmati secangkir kopi ditemani suasana pagi yang tenang dengan panorama pegunungan. Tidak banyak tempat yang mampu menghadirkan pengalaman seperti ini,” jelasnya.

Konsep tersebut direncanakan beroperasi setiap hari pukul 05.00–08.00 WIB, menyasar wisatawan, komunitas, maupun para penikmat kopi yang ingin menikmati suasana pagi dengan cara berbeda.

Bukan Sekadar Wisata, tetapi Ruang Bertumbuh

Bagi Moh Makrus Sahlan, KOPAG bukan hanya tempat menikmati secangkir kopi, melainkan ruang lahirnya ide, inspirasi, dan kolaborasi.

“Pacet Hill tidak cukup hanya menjual pemandangan. Yang ingin kami bangun adalah pengalaman. Secangkir kopi bisa menjadi awal lahirnya diskusi, inspirasi, dan kolaborasi. Karena itu, setiap sudut Pacet Hill harus memiliki cerita, nilai edukasi, dan memberikan kesan yang membuat orang ingin kembali lagi.”

Menurutnya, arah pengembangan Pacet Hill akan memadukan tiga kekuatan utama, yaitu Nature Experience, Coffee Experience, dan Learning Experience.

“Harapan kami, setiap pengunjung tidak hanya pulang membawa foto yang indah, tetapi juga pengalaman baru, pengetahuan, relasi, serta inspirasi. Pacet Hill harus menjadi tempat bertumbuh bagi siapa saja yang datang.”

Program Tematik Sepanjang Tahun

Ke depan, Pacet Hill juga akan menghadirkan berbagai program tematik yang digelar secara berkala, antara lain Coffee Experience, Family Camp, Leadership Camp, Nature Kids Camp, Festival Literasi Alam, hingga Adventure Camp. Program-program tersebut diharapkan mampu menghadirkan alasan baru bagi masyarakat untuk terus kembali sekaligus memperkuat identitas Pacet Hill sebagai destinasi eduwisata berbasis pengalaman hidup.

Melalui kolaborasi antara komunitas, pengelola kawasan, pelaku UMKM, serta masyarakat sekitar, Pacet Hill ditargetkan tumbuh menjadi salah satu destinasi eduwisata unggulan di Jawa Timur yang memadukan keindahan alam, budaya ngopi, pendidikan, petualangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Pacet Hill bukan sekadar tempat wisata. Kami ingin membangunnya sebagai ruang bertumbuh, tempat secangkir kopi membuka percakapan, alam melahirkan inspirasi, dan setiap perjalanan meninggalkan makna.”Moh Makrus Sahlan

Bagikan