Anak dan Rasa Ingin Tahu: Modal Awal Sebuah Perjalanan Belajar Sebelum seorang anak bisa menjelaskan sesuatu, biasanya ia terlebih dahulu bertanya.
Mengapa?
Bagaimana?
Apa itu?
Dari mana?
Bisa tidak?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering dianggap sebagai hal kecil. Padahal, rasa ingin tahu merupakan salah satu pintu penting yang membawa anak menuju pembelajaran.
Rasa Ingin Tahu Adalah Energi Belajar
Anak yang penasaran akan mencari.
Ia memperhatikan sesuatu lebih lama.
Ia mencoba memahami.
Ia membandingkan.
Ia bertanya kepada orang lain.
Ia mencoba sendiri.
Dari proses itulah pengetahuan berkembang.
Karena itu, pendidikan seharusnya tidak hanya mengajarkan anak untuk mengetahui jawaban, tetapi juga menjaga kemampuan untuk mengajukan pertanyaan.
Ketika Pertanyaan Anak Terlalu Banyak
“Kenapa?”
“Kenapa lagi?”
“Tapi kok bisa?”
“Kalau begini bagaimana?”
Orang dewasa terkadang lelah menghadapi pertanyaan yang terus muncul.
Namun dari sudut pandang anak, pertanyaan tersebut adalah cara untuk memahami dunia.
Maka daripada selalu mengatakan “sudah, jangan banyak tanya”, mungkin kita dapat mengubah respons menjadi:
“Yuk, kita cari tahu.”
Kalimat sederhana tersebut dapat mengubah posisi anak dari penerima informasi menjadi pencari pengetahuan.
Jelajah Memberikan Ruang bagi Pertanyaan
Ketika anak berada di lingkungan yang baru, pertanyaan akan muncul secara alami.
Mengapa rumah ini berbeda?
Mengapa tanaman ini tumbuh di sini?
Bagaimana orang membuat makanan ini?
Mengapa sungainya seperti itu?
Siapa yang merawat tempat ini?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi pintu menuju berbagai bidang pengetahuan.
Sains.
Sosial.
Budaya.
Ekonomi.
Lingkungan.
Bahasa.
Bahkan keterampilan hidup.
Itulah mengapa Jelajah Selindu memandang perjalanan sebagai kesempatan untuk memperbanyak pengalaman dan pertanyaan.
Bukan Memberikan Semua Jawaban
Pendamping kegiatan tidak harus mengetahui semua jawaban.
Justru tidak masalah jika sesekali mengatakan:
“Saya belum tahu.”
Lalu dilanjutkan dengan:
“Bagaimana kalau kita cari tahu bersama?”
Anak belajar bahwa tidak mengetahui sesuatu bukanlah masalah.
Yang penting adalah memiliki kemauan untuk mencari tahu.
Sikap semacam ini akan sangat berguna sepanjang kehidupan.
Merawat Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu perlu dirawat.
Bukan dengan memberikan informasi sebanyak-banyaknya, tetapi dengan menyediakan lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk bertanya.
Tidak ditertawakan.
Tidak dipermalukan.
Tidak selalu disalahkan.
Dan tidak selalu dipaksa menerima satu jawaban tanpa kesempatan untuk berpikir.
Jelajah Selindu ingin menjadi bagian dari ruang tersebut.
Ruang yang membuat anak berani berkata:
“Aku ingin tahu.”
Karena dari kalimat sederhana itu, sebuah perjalanan belajar dapat dimulai.