Literasi Keluarga Dimulai dari Percakapan

Literasi keluarga sering dibayangkan sebagai kegiatan membaca buku bersama. Itu penting. Namun literasi keluarga sebenarnya dapat dimulai jauh lebih sederhana: percakapan.

Bertanya dan Mendengarkan

Ketika orang tua bertanya kepada anak tentang kegiatan hari ini, sebenarnya sedang terjadi proses belajar.

“Apa yang paling menyenangkan?”

“Ada sesuatu yang membuatmu kesal?”

“Apa yang baru kamu ketahui?”

“Apa yang ingin kamu coba besok?”

Anak belajar menyusun cerita.

Belajar menyampaikan pendapat.

Belajar mengenali perasaan.

Belajar mendengarkan tanggapan orang lain.

Percakapan Membuka Dunia

Orang tua dapat menggunakan pengalaman sehari-hari sebagai bahan percakapan.

Ketika hujan turun, berbicaralah tentang hujan.

Ketika melihat pedagang, bicarakan pekerjaannya.

Ketika melihat sampah, bicarakan lingkungan.

Ketika membaca buku, bicarakan tokohnya.

Tidak harus selalu ada jawaban benar.

Yang penting adalah ada ruang untuk berpikir.

Membaca Bersama, Membicarakan Bersama

Buku menjadi semakin hidup ketika dibicarakan.

Apa yang kamu suka dari cerita ini?

Kalau kamu menjadi tokohnya, apa yang akan kamu lakukan?

Mengapa tokohnya mengambil keputusan itu?

Apakah kamu pernah mengalami sesuatu yang mirip?

Pertanyaan tersebut membuat membaca menjadi pengalaman yang lebih dalam.

Percakapan adalah Jembatan

Jelajah Selindu memandang keluarga sebagai jembatan antara pengalaman dan pembelajaran.

Anak mengalami sesuatu di luar rumah.

Kemudian ia pulang dan menceritakannya.

Orang tua mendengarkan.

Percakapan berkembang.

Pengalaman dipikirkan kembali.

Di situlah pembelajaran semakin kuat.

Tidak Harus Lama

Lima belas menit percakapan yang benar-benar menghadirkan perhatian dapat menjadi sangat berarti.

Yang dibutuhkan bukan percakapan yang sempurna.

Yang dibutuhkan adalah kehadiran.

Mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi.

Bertanya tanpa menginterogasi.

Memberi kesempatan anak untuk bercerita.

Karena literasi keluarga pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang dibaca.

Ia juga tentang seberapa banyak keluarga saling mendengarkan dan belajar bersama.

Bagikan