Jelajah Selindu: Bermain di Alam Jadi Ruang Belajar Anak

Bagi anak, bermain bukan sekadar kegiatan setelah belajar. Ketika bermain di alam, anak justru sedang belajar mengenali lingkungan, mengembangkan kreativitas, menguji kemampuan tubuh, berinteraksi dengan teman, sekaligus menemukan cara menghadapi situasi yang tidak selalu dapat diprediksi.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Jelajah Selindu dalam menghadirkan pengalaman belajar di luar ruang. Alam memberikan berbagai benda dan situasi yang dapat diolah menjadi bagian dari permainan. Batang kayu dapat menjadi jembatan, batu menjadi objek pengamatan, daun menjadi bahan karya, sementara tanah dapat menjadi media untuk bereksperimen.

“Alam tidak memberikan satu cara tentang bagaimana sesuatu harus digunakan. Justru di situlah imajinasi dan kreativitas anak bekerja. Mereka melihat sesuatu, mencoba, mengubahnya menjadi permainan, lalu menemukan pengalaman baru,” kata Makrus Sahlan.

Menurut Makrus, bermain di alam juga membantu anak mengenali kemampuan dan batas tubuhnya. Berjalan di permukaan yang berbeda, menjaga keseimbangan, memanjat, berlari, mencari sesuatu, hingga mencoba kembali setelah gagal merupakan pengalaman yang membantu anak belajar mengelola tantangan dan risiko secara bertahap.

Namun, kebebasan bermain tetap membutuhkan pendampingan orang dewasa. Pendamping bukan untuk mengambil alih permainan, melainkan memastikan lingkungan tetap aman sekaligus memberi ruang kepada anak untuk mencoba, bereksplorasi, dan mengambil keputusan sederhana sesuai usianya.

“Anak tidak selalu harus duduk untuk belajar. Ada saatnya mereka perlu berlari, mencoba, gagal, kemudian mencoba lagi. Dari sana anak belajar tentang tubuhnya, lingkungan, teman, sekaligus tentang dirinya sendiri,” ujar Makrus.

Melalui kegiatan jelajah dan bermain di lingkungan terbuka, Jelajah Selindu mendorong alam menjadi bagian dari ruang pendidikan anak. Belajar tidak hanya berlangsung melalui buku dan penjelasan orang dewasa, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang melibatkan gerak, rasa ingin tahu, imajinasi, dan interaksi dengan lingkungan.

Bagi Jelajah Selindu, bermain di alam bukan waktu yang terpisah dari pendidikan. Bermain adalah salah satu cara anak membaca dunia dengan tubuhnya, rasa ingin tahunya, dan pengalamannya sendiri.

Jelajah Selindu
Dari Dusun, Untuk Indonesia Mendunia.

Bagikan