Anak bermain bukan karena mereka sedang menghindari belajar.
Dalam banyak kesempatan, mereka justru sedang belajar melalui permainan.
Ketika bermain bersama, anak belajar berkomunikasi.
Ketika mengikuti aturan permainan, anak belajar memahami batas.
Ketika kalah, anak belajar menerima hasil.
Ketika menang, anak belajar mengelola kegembiraan.
Ketika permainan membutuhkan kerja sama, anak belajar bahwa tujuan tidak selalu dapat dicapai sendirian.
Bermain Memberikan Pengalaman
Belajar melalui pengalaman membuat anak tidak hanya menerima informasi.
Mereka melakukan sesuatu.
Mereka bergerak.
Mereka mencoba.
Mereka merasakan.
Mereka mengambil keputusan.
Karena itu, permainan dapat menjadi pintu masuk pembelajaran yang sangat kuat.
Permainan Tidak Harus Mahal
Ruang bermain tidak selalu membutuhkan peralatan mahal.
Permainan tradisional dapat dilakukan dengan lingkungan sederhana.
Jelajah kampung dapat dilakukan tanpa fasilitas yang rumit.
Permainan observasi dapat dilakukan di halaman.
Cerita dapat dilakukan di bawah pohon.
Membaca dapat dilakukan di ruang terbuka.
Yang penting adalah bagaimana pengalaman tersebut dirancang agar anak memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan belajar.
Petualangan Kecil
Jelajah Selindu percaya bahwa petualangan dapat dimulai dari hal sederhana.
Mencari sesuatu di lingkungan sekitar.
Mengenali tanaman.
Menyelesaikan tantangan kelompok.
Membaca peta sederhana.
Menemukan sebuah lokasi.
Bertanya kepada warga.
Membuat catatan perjalanan.
Semua itu dapat menjadi pengalaman yang membuat anak merasa sedang melakukan sesuatu yang bermakna.
Setelah Bermain, Apa yang Dipelajari?
Ini menjadi bagian penting.
Kegiatan tidak berhenti ketika permainan selesai.
Anak dapat diajak berbicara:
“Apa yang paling kamu sukai?”
“Apa yang paling sulit?”
“Apa yang kamu temukan?”
“Apa yang membuat kelompokmu berhasil?”
“Kalau mengulang kegiatan ini, apa yang ingin kamu lakukan berbeda?”
Percakapan tersebut membantu anak mengolah pengalaman menjadi pembelajaran.
Bermain, Belajar, Bertumbuh
Karena itu, Jelajah Selindu tidak ingin memisahkan bermain dan belajar secara terlalu kaku.
Anak dapat bermain sambil belajar.
Anak dapat belajar sambil menjelajah.
Dan anak dapat bertumbuh melalui pengalaman yang menyenangkan.
Sebab masa kanak-kanak bukan hanya masa untuk mengejar sebanyak mungkin pengetahuan, tetapi juga masa untuk membangun rasa ingin tahu, keberanian, hubungan sosial, dan kecintaan terhadap proses belajar.