Dari Membaca Buku Menuju Membaca Kehidupan

Buku membuka jendela menuju dunia. Melalui buku, anak dapat mengenal tempat yang belum pernah dikunjungi, orang yang belum pernah ditemui, dan gagasan yang belum pernah dipikirkannya.Namun perjalanan literasi tidak berhenti di halaman buku.

Setelah membaca, ada dunia nyata yang menunggu untuk diamati.

Membaca adalah Awal

Anak membaca tentang tumbuhan.

Kemudian ia melihat tumbuhan di halaman.

Anak membaca tentang pasar.

Kemudian ia mengunjungi pasar.

Anak membaca tentang profesi.

Kemudian ia bertemu orang yang menjalankan profesi tersebut.

Di sinilah membaca dan pengalaman saling bertemu.

Pengetahuan dari buku membantu anak memahami dunia.

Pengalaman membantu anak menguji dan memperkaya pemahaman tersebut.

Kehidupan Penuh Teks

Jalan memiliki cerita.

Bangunan memiliki sejarah.

Orang-orang memiliki pengalaman.

Makanan memiliki proses.

Pekerjaan memiliki keterampilan.

Lingkungan memiliki persoalan.

Budaya memiliki nilai.

Semua itu dapat “dibaca”.

Maka literasi dapat dipahami lebih luas sebagai kemampuan memahami berbagai informasi dan pengalaman yang ada di sekitar kita.

Anak Perlu Belajar Membaca Lingkungan

Ketika berjalan di sebuah dusun, anak dapat diajak memperhatikan.

Apa yang berubah?

Apa yang tetap?

Apa yang menjadi masalah?

Apa yang menjadi potensi?

Siapa yang bekerja di sini?

Bagaimana orang memenuhi kebutuhan?

Bagaimana lingkungan dirawat?

Pertanyaan sederhana tersebut membuat lingkungan menjadi bahan pembelajaran.

Peran Jelajah Selindu

Jelajah Selindu ingin mempertemukan dua dunia:

dunia buku dan dunia pengalaman.

Buku menjadi bekal untuk menjelajah.

Jelajah menjadi cara untuk menghidupkan kembali pengetahuan dari buku.

Kemudian pengalaman tersebut dapat kembali ditulis, diceritakan, difoto, didokumentasikan, atau dibagikan.

Dengan begitu, terjadi siklus:

Membaca → Menjelajah → Mengalami → Memahami → Menceritakan → Membaca kembali

Literasi yang Hidup

Literasi yang hidup bukan hanya membuat anak mampu membaca tulisan.

Ia membantu anak memahami kehidupan.

Mengenali masalah.

Menemukan peluang.

Berkomunikasi.

Mengambil keputusan.

Dan menghasilkan sesuatu dari pengetahuan yang dimilikinya.

Karena itu, Jelajah Selindu ingin membawa literasi lebih dekat dengan pengalaman.

Dari membaca buku menuju membaca kehidupan. Dari membaca kehidupan menuju kemampuan untuk ikut membentuknya.

Bagikan