Dekat Dunia Anak Bersama Forum Anak Sidoarjo

Forum Anak Kabupaten Sidoarjo menilai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) memiliki peran strategis sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, sekaligus berani bersuara terhadap isu perundungan. Hal tersebut disampaikan oleh Qannaya Qeenar Prameswara, perwakilan Forum Anak Sidoarjo, dalam kegiatan Sambang TBM Crita Nirwana.

Qeenar menjelaskan, dalam kegiatan tersebut Forum Anak Sidoarjo terlibat aktif mengajak anak-anak mengenali berbagai bentuk perundungan serta pentingnya keberanian untuk bersuara demi melindungi diri dan teman sebaya.

“Isu ini sejalan dengan visi Forum Anak Sidoarjo dalam memperkenalkan Konvensi Hak Anak, khususnya hak perlindungan,” ujarnya.

Menurutnya, TBM bukan hanya berfungsi meningkatkan minat baca, tetapi juga mendukung pemenuhan hak tumbuh kembang anak. Lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung literasi membuat anak merasa lebih nyaman untuk berpartisipasi dan berkembang.

“TBM menjadi peran pendukung yang penting dalam proses tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Terkait isu perundungan, Forum Anak Sidoarjo mencatat bahwa bentuk bullying yang kerap ditemui meliputi perundungan verbal, non-verbal, maupun fisik, dengan rentang usia korban mulai dari siswa SD kelas atas hingga SMA. Dalam menangani hal tersebut, Forum Anak Sidoarjo terus bersinergi dengan DP3AKB untuk mengadvokasikan hak-hak anak, termasuk perlindungan dari perundungan.

Qeenar juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter anak.

“Penanaman nilai moral harus dimulai dari rumah. Karena itu kami sangat mengapresiasi adanya program Lapak Orang Tua yang berjalan bersamaan dengan Lapak Anak dalam kegiatan ini,” katanya.

Dari berbagai rangkaian kegiatan, Lapak Buku menjadi aktivitas yang paling diminati anak-anak. Pendampingan fasilitator, penyajian buku yang menarik, serta suasana yang mendukung membuat kegiatan membaca terasa menyenangkan.

Lebih lanjut, Qeenar menilai literasi berperan besar dalam membantu anak memahami isu di sekitarnya dan berani menyampaikan pendapat.

“Melalui literasi, anak-anak bisa menyerap pengetahuan, berdiskusi, dan mengekspresikan opini mereka dengan percaya diri,” jelasnya.

Forum Anak Sidoarjo berharap kolaborasi dengan TBM dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah yang lebih luas di Kabupaten Sidoarjo.

“Kami ingin upaya peningkatan literasi ini terus dikembangkan agar semakin banyak anak dan keluarga merasakan dampak positifnya,” ujarnya.

Sebagai penutup, Forum Anak Sidoarjo mengajak anak-anak untuk menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan yang aman.

“Setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan dilindungi. Berani bersuara bukanlah kesalahan, melainkan bentuk kepedulian,” pungkas Qeenar.

Bagikan