Festival Mewarnai di Natura Food Park Hadirkan Ruang Belajar Keluarga yang Ceria dan Bermakna

JELAJAHSELINDU.COM | Sidoarjo – Tawa anak-anak, semangat orang tua, dan kolaborasi berbagai komunitas berhasil hadirkan Festival Mewarnai bertajuk “Eksplorasi Ceria: Warna, Alam, dan Satwa Nusantara” di Natura Food Park, Buduran, Sidoarjo, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ruang publik dapat dioptimalkan sebagai tempat belajar yang menyenangkan bagi anak dan keluarga.

Festival hasil kolaborasi antara Natura Food Park Sidoarjo, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Sidoarjo, dan Family Satwa Sidoarjo (FSS) ini diikuti puluhan peserta dari jenjang PAUD, TK, hingga SD kelas rendah.

Tidak hanya menghadirkan lomba mewarnai, peserta juga diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, seperti Jelajah Perumahan Ramah Anak, sesi Read Aloud, Edukasi Satwa Nusantara, serta menikmati Lapak Baca Keluarga. Konsep tersebut dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang utuh melalui seni, literasi, interaksi sosial, serta kedekatan dengan alam.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan

Perwakilan Natura Food Park, Farah Diba, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan semangat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme anak-anak dan keluarga yang hadir. Natura Food Park tidak hanya ingin menjadi destinasi kuliner dan rekreasi, tetapi juga ruang bertumbuh bagi kegiatan edukatif yang memperkuat kualitas keluarga. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dengan menghadirkan program-program yang semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Ketua Pengurus Daerah Forum TBM Kabupaten Sidoarjo, Fitri Setyo Ariani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses literasi melalui pendekatan yang menyenangkan.

“Literasi tidak selalu identik dengan membaca buku di dalam ruangan. Literasi dapat hadir melalui aktivitas bermain, berkarya, mengenal lingkungan, maupun belajar menyayangi sesama makhluk hidup. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa gerakan literasi akan semakin kuat ketika berbagai pihak berjalan bersama dalam satu visi membangun generasi pembelajar sepanjang hayat,” ujarnya.

Literasi Harus Hadir di Ruang Kehidupan

Penggerak Literasi Jawa Timur, Moh Makrus Sahlan, menilai bahwa masa depan gerakan literasi sangat ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.

“Festival ini bukan sekadar lomba mewarnai. Ini adalah ruang bertemunya pendidikan, keluarga, komunitas, dunia usaha, dan lingkungan dalam satu ekosistem belajar. Anak-anak belajar berkreasi, berani berekspresi, mencintai buku, menghargai satwa, sekaligus mengenal ruang hidupnya. Inilah wajah literasi yang membumi, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan mampu menumbuhkan karakter sejak usia dini,” jelasnya.

Menurut Makrus, ruang-ruang publik seperti Natura Food Park memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pembelajaran berbasis komunitas apabila dikelola melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Menjadi Awal Kolaborasi Berkelanjutan

Festival Mewarnai “Eksplorasi Ceria: Warna, Alam, dan Satwa Nusantara” diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak program edukatif yang melibatkan keluarga, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Melalui semangat gotong royong, kegiatan ini membuktikan bahwa literasi dapat tumbuh di mana saja—di taman bacaan, ruang terbuka, kawasan wisata, hingga berbagai ruang publik yang menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Indonesia.

Reporter: Tim JelajahSelindu.com
Editor: JelajahSelindu.com – Menjelajah, Belajar, Menginspirasi.

Bagikan