Sebelum anak mengenal guru, ia mengenal orang tua. Sebelum mengenal sekolah, ia mengenal rumah. Sebelum mengenal buku pelajaran, ia mengenal percakapan, kebiasaan, contoh, dan pengalaman yang terjadi setiap hari.
Karena itu, keluarga merupakan salah satu ruang belajar paling awal dalam kehidupan anak.
Pendidikan Tidak Dimulai di Sekolah
Anak belajar berbicara dari interaksi.
Belajar berbagi dari kebiasaan.
Belajar bertanggung jawab dari tugas sederhana.
Belajar menghargai orang lain dari contoh.
Belajar menyelesaikan masalah dari pengalaman.
Semua itu terjadi jauh sebelum anak memahami istilah “pendidikan”.
Karena itu, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk cara anak melihat dunia.
Rumah Tidak Harus Menjadi Kelas
Jelajah Selindu tidak ingin menjadikan rumah seperti ruang kelas tambahan.
Rumah tetap menjadi rumah.
Namun aktivitas sehari-hari dapat menjadi pengalaman belajar.
Memasak dapat mengenalkan ukuran, bahan, proses, dan budaya pangan.
Berkebun dapat mengenalkan alam dan tanggung jawab.
Membersihkan rumah dapat melatih kemandirian.
Berbelanja dapat mengenalkan kebutuhan dan pilihan.
Berjalan bersama dapat menjadi kesempatan mengenal lingkungan.
Percakapan sebelum tidur dapat menjadi ruang refleksi.
Orang Tua sebagai Teman Menjelajah
Orang tua tidak harus menjadi guru bagi anak setiap saat.
Kadang mereka cukup menjadi teman.
Teman yang mau mendengarkan.
Teman yang mau bertanya.
Teman yang mau mencoba.
Teman yang bersedia mengatakan, “Saya juga tidak tahu.”
Sikap tersebut membuat anak memahami bahwa belajar adalah proses yang dapat dilakukan bersama.
Membentuk Kebiasaan Kecil
Tidak semua keluarga memiliki waktu atau biaya untuk melakukan perjalanan besar.
Namun perjalanan belajar tidak harus mahal.
Membaca bersama.
Memasak bersama.
Berjalan di sekitar rumah.
Mengunjungi perpustakaan.
Mengamati langit.
Mengobrol dengan kakek-nenek.
Mengenal tetangga.
Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi pengalaman yang sangat berarti.
Dari Rumah, Anak Mulai Menjelajah Dunia
Gerakan Jelajah Selindu ingin memperluas perjalanan tersebut.
Dari rumah menuju lingkungan.
Dari keluarga menuju komunitas.
Dari komunitas menuju dusun.
Dan dari dusun menuju dunia yang lebih luas.
Namun perjalanan besar selalu memiliki titik awal.
Dan sering kali titik awal itu adalah rumah.
Jika kita ingin membangun anak yang gemar belajar dan berani menjelajah, mari mulai dengan menjadikan rumah sebagai tempat yang aman untuk bertanya, mencoba, dan menemukan.