Ketika anak mengikuti sebuah kegiatan, orang tua sering kali hadir sebagai pendamping.
Mengantar.
Menunggu.
Mengawasi.
Memastikan anak aman.
Semua itu penting.
Namun ada peran lain yang tidak kalah penting: menjadi teman menjelajah.
Menjelajah Bersama
Anak mungkin melihat sesuatu yang tidak dilihat orang dewasa.
Ia mungkin bertanya tentang sesuatu yang tidak terpikirkan.
Ia mungkin tertarik pada hal yang dianggap sepele.
Ketika orang tua ikut memperhatikan, perjalanan menjadi pengalaman bersama.
Bukan hanya anak yang belajar.
Orang tua pun dapat menemukan sesuatu yang baru.
Tidak Harus Mengetahui Semua
Teman menjelajah bukan orang yang memiliki semua jawaban.
Justru hubungan menjadi lebih sehat ketika orang tua berani mengatakan:
“Saya belum tahu.”
Kemudian bersama-sama mencari jawabannya.
Sikap ini mengajarkan anak bahwa belajar bukan perlombaan siapa yang paling tahu.
Belajar adalah proses menemukan.
Mengajukan Pertanyaan
Orang tua dapat membantu anak mengolah pengalaman dengan pertanyaan sederhana.
“Apa yang kamu lihat?”
“Apa yang paling menarik?”
“Kenapa kamu memilih itu?”
“Bagaimana menurutmu?”
“Kalau kamu yang membuat, apa yang akan kamu lakukan?”
Pertanyaan semacam itu membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir dan bercerita.
Memberi Ruang
Menjadi teman menjelajah juga berarti tidak selalu mengatur.
Anak perlu memiliki ruang untuk memilih.
Memilih aktivitas.
Memilih pertanyaan.
Memilih cara mencoba.
Tentu tetap dalam batas yang aman dan sesuai usia.
Orang tua berperan sebagai penjaga ruang, bukan selalu sebagai pengendali perjalanan.
Keluarga sebagai Tim
Ketika keluarga menjelajah bersama, mereka sebenarnya sedang membangun hubungan.
Mereka berbicara.
Mereka tertawa.
Mereka menghadapi kejutan.
Mereka menyelesaikan masalah.
Mereka menciptakan kenangan.
Inilah salah satu bentuk pembelajaran yang sering tidak terlihat tetapi sangat penting.
Karena itu, Jelajah Selindu ingin mengajak keluarga tidak hanya menjadi penonton kegiatan anak.
Mari menjadi bagian dari perjalanan mereka.