Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani (HIMA PENJAS) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh mahasiswa melalui penyelenggaraan LKMM TD–MK Pendidikan Jasmani 2025. Kegiatan ini menjadi pintu awal adaptasi mahasiswa baru angkatan 2025 dalam mengenal dunia akademik, kepemimpinan, dan kehidupan organisasi kampus.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada 12 Januari 2026 di Graha Hasta Brata Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan agenda penguatan kebersamaan di kawasan Trawas. Sekitar 150 mahasiswa Pendidikan Jasmani terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang dirancang tidak hanya formal, tetapi juga membangun ikatan emosional antarmahasiswa.
Ketua Pelaksana LKMM TD–MK Pendidikan Jasmani 2025, Nabilah, menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda wajib, melainkan ruang pembentukan karakter sejak awal masa perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa baru perlu dibekali pemahaman kepemimpinan dan organisasi yang kontekstual agar mampu berproses secara sehat di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Kami ingin LKMM TD–MK menjadi ruang kebersamaan. Sejak awal mahasiswa baru diajak untuk saling mengenal, membangun solidaritas, dan menyiapkan diri tumbuh bersama sebagai mahasiswa Pendidikan Jasmani,” ujar Nabilah.
Ia menjelaskan bahwa proses persiapan kegiatan berlangsung selama kurang lebih tiga hingga empat bulan, dengan dinamika yang menguji kekompakan panitia. Namun berkat kerja kolektif, kegiatan dapat terlaksana dengan lancar. LKMM ini melibatkan unsur HIMA Pendidikan Jasmani, dosen, serta seluruh mahasiswa Pendidikan Jasmani, dengan fokus utama pada angkatan 2025.
Menariknya, LKMM TD–MK Pendidikan Jasmani 2025 juga membuka ruang kolaborasi lintas komunitas dengan menggandeng Vegan Squad Surabaya. Kolaborasi ini dinilai selaras dengan karakter mahasiswa Pendidikan Jasmani yang dekat dengan isu kesehatan, kebugaran, dan gaya hidup sehat.
Sebagai narasumber, Kak Sinta dari Vegan Squad Surabaya menyampaikan edukasi tentang gaya hidup sehat berbasis kesadaran personal dan lingkungan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki kendali penuh atas pilihan hidupnya, termasuk pola makan yang dikonsumsi sehari-hari.
“Apa yang kita konsumsi bukan hanya berpengaruh pada fisik, tapi juga pada kondisi mental dan keseimbangan hidup. Mahasiswa Pendidikan Jasmani punya posisi strategis karena kelak mereka akan menjadi pendidik dan panutan gaya hidup sehat,” jelasnya.
Lebih jauh, Kak Sinta mengaitkan isu kesehatan dengan nilai kepemimpinan. Baginya, kepemimpinan sejati berangkat dari kemampuan seseorang dalam mengelola diri sendiri, termasuk memilih kebiasaan yang berdampak baik bagi tubuh dan lingkungan. Edukasi seperti ini, menurutnya, ideal dikenalkan sejak dini agar menjadi kebiasaan, bukan sekadar wacana.
Kolaborasi kampus dan komunitas ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan berlanjut sebagai gerakan berkelanjutan yang menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap kesehatan dan tanggung jawab sosial.
Di akhir kegiatan, Nabilah kembali menegaskan harapannya agar mahasiswa baru Pendidikan Jasmani mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama LKMM TD–MK ke ruang yang lebih luas. “Harapan kami sederhana, mahasiswa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mampu menerapkannya di tengah masyarakat,” tuturnya.
Melalui LKMM TD–MK Pendidikan Jasmani 2025, HIMA Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya cakap secara akademik dan organisatoris, tetapi juga memiliki kesadaran hidup sehat, kepemimpinan yang organik, serta kepedulian sosial.