Wahana Literasi Sidoarjo 2025: Literasi Bergerak dan Masyarakat Berdaya

Wahana Literasi Sidoarjo (WLS) 2025 digelar di Taman Bacaan Masyarakat Lokatara Bintang, Desa Tempel, Kecamatan Krian, menghadirkan ratusan peserta dari berbagai usia. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi besar bagi komunitas literasi, pegiat pendidikan, relawan muda, komunitas pecinta satwa, Duta Anti Narkoba Sidoarjo, tim AFG tim Pemuda Lintas Dusun, Vegan Squad Surabaya, Sidina Community dan Lorong Edukasi. Sidoarjo, 23 November 2025 Wahana

Dengan menghadirkan empat zona utama Zona bermain Kreatif, Zona Satwa, Zona Edukasi Sehat & Siaga Bencana, dan Zona Aksi Keluarga Sehat, Wahana Literasi Sidoarjo (WLS) 2025 berhasil menghidupkan suasana edukatif yang menyenangkan dan penuh interaksi.

Ketua Forum TBM Kabupaten Sidoarjo, Ibu Fitri Setyo Ariani, memberikan apresiasi mendalam atas pelaksanaan kegiatan.

Fitri, sapaan akrabnya, menilai WLS 2025 berjalan lancar, tertib, dan sarat semangat kebersamaan, serta menjadi contoh implementasi literasi yang menyenangkan.

Dalam testimoninya, Sekretaris Forum TBM Kabupaten Sidoarjo, Mbak Zima Arwana, menyatakan, “WLS 2025 berlangsung sangat variatif. Empat zona yang dihadirkan mampu memantik antusiasme peserta dari berbagai usia. Zona satwa bahkan tidak pernah sepi.”

Ia menegaskan bahwa kolaborasi dalam acara ini memperkuat ekosistem literasi, memperluas jaringan Forum TBM, dan membuka ruang bagi praktik baik antar TBM. “Gerakan literasi bukan kerja individu, tetapi gerakan kolektif yang menuntut sinergi lintas TBM, lembaga pendidikan, dan komunitas.

Edukasi satwa dalam Zona Satwa menjadi salah satu pusat perhatian. Pakde Thohir, dari Family Satwa Sidoarjo, mengapresiasi semangat anak-anak yang berani belajar langsung tentang hewan dan ekosistemnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan pengalaman edukatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun empati kepada satwa dan alam. Dari ranah edukasi gaya hidup sehat, Rea dari Vegan Squad Surabaya menyampaikan kesan positif, “Acaranya seru, edukatif, dan menarik banget. Saya senang bertemu para peserta dan penggerak muda.”

Ia menambahkan bahwa banyak ibu-ibu sangat antusias karena istilah “vegan” masih baru bagi mereka. “Belajarlah menerapkan pola makan nabati demi kesehatan, demi belas kasih kepada satwa, dan demi kelestarian bumi.” Rea berharap Vegan Squad bisa terus berkolaborasi di event literasi berikutnya.

Sementara itu, dari unsur pemuda, edukasi anti narkoba bersama Akmal, Duta Anti Narkoba, memberi ruang dialog bagi remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat dan pentingnya lingkungan positif.

Forum TBM Sidoarjo memberikan pesan khusus kepada para relawan, “Terima kasih atas dedikasi dan kerja ikhlasnya. Kalian adalah penggerak utama perubahan. Setiap langkah kecil memberi dampak besar bagi anak-anak dan masyarakat.”

Mereka juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak pemerintah desa, lembaga pendidikan, komunitas, hingga orang tua agar kegiatan kolaboratif ini dapat terus berlanjut, berkembang, dan memiliki pendanaan yang berkelanjutan.

Wahana Literasi Sidoarjo 2025 membuktikan bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi tentang menghidupkan ruang belajar, memadukan edukasi, kreativitas, interaksi, dan pengalaman multisensori yang menyentuh semua usia.

Dengan dukungan kuat dari Forum TBM, komunitas, relawan, dan lembaga mitra, Wahana Literasi Sidoarjo (WLS) 2025 menjadi salah satu gerakan literasi berbasis komunitas yang paling progresif di Jawa Timur.

Bagikan